Monday, April 27, 2009

shoegaze

my bloody valentine, sigur ros, cocteau twins, astrolab, elemental gaze, the milo, M83

akrab dengan nama-nama diatas? kalo iya, berarti anda akan lebih mudah memahami tulisan ini. musik, adalah ekspresi. ekspresi adalah pengungkapan perasaan, senang, sedih, riang, marah, dll dengan suatu media. maka sah jika dikatakan musik adalah pengungkapan perasaan.

jika punk sangat menghargai kebebasan, metal penuh amarah, dan pop berkutat dengan cerita patah hati, atau mungkin sesekali keriangan hati, maka shoegaze adalah tentang kegalauan. begitulah yang saya rasakan pada awal-awal mengakrabkan diri dengan musik ini. lantunan staralfur milik sigur ros benar-benar membuat saya terpaku. musik macam apa ini!!. aura yang ada hampir pasti selalu negatif. gelap. galau. resah. tenggelam. sendiri. tidak jauh dari kata-kata seperti itu. kombinasi antara post-rock, dream pop, dan post-punk memunculkan musik baru dengan karakter yang sangat kuat.

secara bahasa, shoegaze bisa diartikan menatap ke sepatu. kenapa demikian? konon katanya, asal kata shoegaze adalah dari visualisasi para musisi yang ketika mereka tampil memainkan musik ini, mereka hanya terpaku tertunduk menatap ujung sepatu mereka, tanpa peduli ruang sekitarnya. bisa dibayangkan betapa aura kesendirian sangat kental disini.

ada yang bilang, shoegaze adalah perayaan kesepian. kalo dikaitkan dengan sejarahnya, saya sangat setuju. apalagi mendengarkan musik-musiknya. dengan efek-efek distorsi yang menyayat hati, penuh dengan gejolak, menambah ruang hati semakin menyempit. suara vokal yang terdengar hanya sayup-sayup terdengar perlahan dan terkadang hampir tanpa tenaga (meski ada beberapa grup yang bernyanyi dengan tenaga). begitu juga dengan iringan drumnya, berderap seperti seakan diserang pasukan di medan perang, begitu memacu detak jantung akan rasa ketakutan yang mendalam. dengan komposisi seperti itu, musik shoegaze mampu memberikan nuansa tersendiri, tempat bagi orang-orang yang ingin merayakan kesepian, kesendirian, kegalauan, keinginan lari dari masalah namun tenaga hanya seperti angan saja.

namun, banyak yang tidak mampu membedakan musik shoegaze dengan musik horor instrumental. padahal, jika sudah mendengarkan dan membandingkan keduanya, satupun tidak ada yang sama. musik horor dibuat oleh karena aturan, yang mengharuskan musik sebagai iringan suatu visual horor. sedangkan shoegaze, muncul sebagai luapan perasaan galau yang hadir dari alam bawah sadar secara alami. musiknya begitu dahsyat mengalun memasuki setiap jengkal perasaan dan mengacak-acak pikiran.

mungkin bagi para shoegazer, mereka tidak bermaksud menghubungkan dengan kesedihan. karena mereka sedang merayakan, merayakan kesepian. entah kebahagian atas perayaan atau ungkapan kesedihan, susah untuk dicari mana yang lebih mewakili. konsekwensinya, orang awam akan berpendapat ini adalah musik yang sangat negatif. dengan shoegaze, saya bisa bahagia karena saya bisa merayakan kesepian saya, dengan shoegaze pula saya bisa merasa sangat sedih, memuncaki kegalauan, dan menenggelamkan diri dari penatnya dunia, atau mungkin terbang ke awang-awang, bermimpi akan suatu keceriaan yang sama sekali tidak mungkin di dapatkan.

tunggulah sampai orang-orang disekitar anda terlelap.
matikan lampu kamar anda.
gelap.
galau.
sedih.
lemah.
yakini untuk sesaat anda benar-benar tanpa teman,
sendiri di tengah kerisauan hati yang mendalam,
and let's shoegazing..

***

lembut, tapi menyakitkan


seven pounds
seven names. seven strangers. one secret.

Will Smith. yeah, you're right. another heart warming movie from Mr Will directed by Gabriele Muccino, Columbia Pictures, 2008.

Banyak yang menghujat film ini, tapi tidak demikian dengan saya. Karena saya gak tau bagian mana yang bisa dihujat. Secara keseluruhan, saya berhasil dibuat betah duduk di depan layar monitor. Cerita yang sangat kompleks. Setidaknya jauh lebih menarik dibandingkan dengan si Benjamin Button yang pada akhirnya mati begitu saja.
Inti dari ceritanya, Tim (Will Smith) mengalami kecelakaan karena nyetir sambil menelepon. 7 orang tewas. Beberapa bulan setelah kejadian itu, Tim selalu terbayang dan merasa bersalah atas kejadian itu. Sehingga dia berkeinginan untuk menyumbangkan 7 bagian tubuhnya kepada 7 orang lain yang membutuhkan, sebagai penebus kesalahan. Dan pada akhirnya, dia sendiri mati setelah "berhasil" menebus kesalahannya.

Simpel bukan? Yap!

Yang luar biasa adalah detail dari penggarapannya. Setidaknya ada beberapa hal yang menginspirasi saya.

Satu.
Kesalahan. Penebusan Kesalahan.
Saya bisa memahami apa yang akan terjadi jika karena kelalaian kita, 7 orang kehilangan nyawa. Dan saya rasa tidak semua orang mampu mengakui sepenuhnya tentang kesalahan. Filosofinya mengena. Bagi saya, cara yang dilakukan Tim untuk menebus kesalahan sangat sukar untuk diterima. Tapi bodo amat, kita sedang berada dalam suatu drama. Intinya, jangan pernah membandingkan suatu film dengan kenyataan. Kecuali film dokumenter. Mungkin, hanya itu yang bisa membuat hati Tim lega atas kesalahan yang pernah ia buat, meski pada akhirnya ia harus kehilangan nyawa.

Dua.
Sacrifice.

Dia mengorbankan satu jiwanya, untuk menyempurnakan hidup 7 orang lain di sekitarnya. Kaitannya dengan penebusan kesalahan. Mata, Jantung, Hati, dsb, ia berikan kepada orang lain. hmm.. seenggaknya ada manfaat atas kematiannya hehehe.

Tiga.

Romance.

Akan ada dua tokoh yang di libatkan disini. Tiga dengan Tim. Pertama si Emily, kedua si Ezra Turner. Simpelnya, si Tim terlibat hubungan asmara dengan si Emily. Kebetulan, si Emily ini menderita kelainan jantung dengan golongan darah yang langka, AB kalo ga salah. Dan pada akhirnya, Tim memberikan jantungnya kepada Emily.

Sedangkan Ezra, adalah seorang musisi yang bekerja di perusahaan komunikasi, dia buta. Pastinya, kornea mata Tim lah yang dia dapatkan untuk menyempurnakan matanya. Sebelum hidup Tim berakhir, Tim sangat dekat dengan Emily, bahkan berjanji tidak akan pernah meninggalkan. Sehingga bunuh diri si Tim ini menjadi sangat tragis.(Dalam dialognya, Tim menelepon 911 dan mengatakan akan ada suicide di blablabla, 911 bertanya siapa korbannya, Tim menjawab: Me!)

Tetapi, sepertinya Tim menepati janjinya. Lihatlah, dia memberikan jantungnya (heart) kepada Emily. Sehingga Emily bisa memiliki Jantung Tim selamanya. Bukan hanya itu, diujung cerita, Emily mencari Ezra, setelah mengetahui bahwa kornea mata Tim diberikan kepada Ezra. Dengan harapan Emily bisa menatap mata Tim lagi. And she did it! Dia berhasil menemukan Ezra, dengan tatapan mata seorang Tim yang tajam. Pada akhirnya, Emily dan Ezra pun memulai untuk "berbicara".
His Heart, and His Eye. Sepertinya Emily berhasil mendapatkan janji Tim, meski berada dalam konotasi lain.

Empat.
Jellyfish.
Ubur-ubur.
ini bagian favorit saya.
Tim memelihara ubur-ubur dalam toples besar di kamarnya. Aneh memang, tapi dia melakukannya karena dia (pun saya) kagum dengan hewan ini. Menakjubkan memang. Jika dilihat, yang ada adalah kelembutan, gerakan yang indah, gemulai, dan seperti tanpa kekuatan. Tetapi dibalik itu, ada kematian. Sengatannya mampu menewaskan manusia bung! wew.
Begitulah cara Tim membunuh dirinya, dengan ubur-ubur yang seumur-umur menjadi teman setianya.

Mati di tangan teman kecil yang setiap pagi menyapa dengan gemulai geraknya.

Lembut, tapi menyakitkan..

Saturday, March 28, 2009

the theatre of twilight

the theatre of twilight
pantai depok, bantul, jogjakarta.

hampir 20 tahun saya menghabiskan waktu di kampung halaman, saya baru tahu ternyata kalo pengen liat sunset ga harus jauh-jauh ke bali atau ke pulau rambut. di pantai yang berjarak sekitar 15 km dari rumah saya, pantai depok, ternyata menyimpan sejuta bias keindahan di tengah keriuhan sekumpulan pedagang ikan. pertama kali saya ke tempat ini, kesan yang ada begitu negatif. kalo ga salah 3 tahun yang lalu saya barengan ma rekan2 sma makan2 di tempat ini. pantai yang kotor, makanan laut yang ga begitu menggugah selera (salah pesen), dan aroma amis yang dari dulu sangat tidak saya suka. praktis, sejak itu saya ga terlalu berminat lagi jika ada yang mengajak saya kesana.

2,5 tahun berselang, tidak ada perbedaan yang signifikan ketika saya berada disana untuk kedua kalinya, kali ini bareng rekan2 smp. begitu memarkir kendaraan, suguhan berupa riuh pedagang tetap saya jumpai, ga ada yang berubah. tatanan tempat juga ga begitu berubah. sejoli yang hilir mudik dengan mesra juga masih terlihat. yang membuat saya tertegun, adalah ketika saya menuju ke arah pantai yang cukup landai, dan melihat deburan ombak yang saya yakin kali ini jauh lebih berdebur, jauh lebih eksotis, tentu saja dengan berhiaskan cengkerama akrab pecinta pantai. seperti melihat suatu pertunjukkan teater, begitu pikiran saya saat itu. cukup nyesel juga kenapa saya ga bawa kamera SLR saya. berbekal pocket camera, saya berhasil membuat beberapa foto. nih hasilnya..


di atas adalah foto panorama garis pantai dari ujung timur sampai ujung barat. saat itu pukul 4 sore, dengan sinar matahari yang jatuh dengan lembutnya, menambah hangat suasana pada sore itu. hanya saja saya masih prihatin dengan adanya sampah disana-sini. semoga yang berwenang segera menyelesaikan masalah ini.

saya sempatkan melepas rindu dengan rekan2 smp dengan mengambil sebuah foto, sayang, kaki saya hilang satu, heheheh. ni fotonya:


senja mulai menampakkan diri, melihat ke arah barat, yang nampak adalah lukisan awan membentuk lembayung yang menurut saya sangat cukup untuk membuat hati luluh. jadi inget tembang milik sarasdewi, menatap lembayung di langit bali.... hehe, kita tidak sedang di bali kawan.. menatap lembayung di langit bantul, dan kusadari.... hihihi. nih fotonya, kalo mau tau siapa yang ada di foto ini, silahkan PM saya, :p


lagi-lagi, dinamisnya gerakan awan semakin meluluhkan segala kesombongan yang ada pada diri saya. perlahan awan bergerak saling menjauh, terkadang mendekat, membentuk suatu pola yang begitu memukau. di saat yang lain bercengkerama bercanda satu sama lain, saya lebih memilih untuk menghabiskan waktu dengan menatap ke langit barat pantai ini. hangat, begitulah yang saya rasakan...


saat-saat yang saya nantikan akhirnya datang. dari awal saya berharap agar mendung yang saat itu ada di langit utara tidak bergerak ke barat. saya sungguh tidak ingin cantiknya senja saat itu terhalang oleh gelayut mendung.

dan.. pertunjukkan dimulai..


hanya kekaguman yang membanjiri pikiran saya saat itu itu. berkali-kali ngliat senja, sunset, tapi baru kali ini saya melihat sunset yang sangat harmonis berpadu dengan pertunjukkan canda dan asmara para pemerannya. this is the real theatre.. inilah pertunjukkan teater yang seungguhnya. teater yang mampu memadu sugesti dan intuisi menjadi satu melahirkan inspirasi, satu kekuatan batin yang dengan lembutnya mampu mengalahkan pikiran..

thx to mbak dewi, levi, deni, dedy, iput, vita, kintung. :)
this life is beautiful.
bantul, 19 0ktober 2008

Wednesday, March 25, 2009

catatan si kurus

55 kg..
dengan tulang yang sgede tiang listrik bertinggi 172 cm..
bayangkan cuy!!

3 tahun yang lalu, pas masih masa sma, masa-masa cupu, gw tidak seringan itu euy. masih mendinglah mampu menyentuh angka diatas 60 (60,1; 60,2 :p). lhah sekarang.. kemana yang 5 kg itu?? clana jins yang dulu ngepas di perut, sekarang jadi kek pake sarung, bulik nur yang kalo dulu ketemu pasti gw nya diplintir-plintir, sekarang pasti ngejek "cah kuru".. bahkan lebih parah lagi setaun kmaren, merosot tajam di 52 kg. huh.
weitz, bentar, gw bukannya seorang cowo yang terlalu memperhatikan penampilan cuy, hanya satu pintaku, gw pengen hidup sehat, titik. Definisi hidup sehat bwt gw bukan hanya sekedar jadi orang yang terhindar dari flu selama bertahun-tahun, tapi sehat mean ideal.. dengan berat badan yang cucok dengan tinggi badan, pola hidup yang sehat dan teratur. tapi yang paling penting, gw pengen gemuuukk!!!
3 tahun kemudian, means now (ironis y?), gw baru nemuin jawabannya, jawaban kenapa gw susah gemuk. gw kena stress cuy. ga tau ilmiahnya gimana sampe gw bisa ngomong gw kena stress, gw cuma mengambil benang merah dari mata kuliah pengembangan kepribadian di kampus aj.. dan memang, ada indikasi gw kena stress.
nah sekarang, stress macam apa yang gw idap? psikopat? schyzophrenia? wek, ga seekstrem itulah. gw stress cuman gara-gara ati gw ga sinkron ma nalar gw...
*menghela napas*
yap,
3 tahun terakhir ini, sepertinya memang bukan tahun yang bagus bwt gw. gw ga mau bilang gw salah langkah, tapi gw jg ga bisa munafik kalo memang gw ngrasa ini bukan tempat gw. jujur, ninggalin fikom unpad untuk masuk stan, adalah salah satu keputusan terberat gw (selain keputusan nembak si pacar skrg ^^ ). dengan cara itu gw harus mengubur dalam2 angan gw bwt jadi jurnalis, setidaknya jadi staf beritanya metro tv.. hihihi..tapi daripada gw kuliah di fikom tapi ortu ga 100% merestui, yah sangat lebih baik kalo gw milih stan (this is 4 u mom :)..). toh gw juga bisa belajar komunikasi sambil jalan. meskipun ternyata g bisa. artinya jelas, masuk stan bukan murni pilihan gw, dulu berpikir, mungkin ini salah satu cara yang bisa gw lakuin untuk orang tua gw..
*menghela napas lagi*

tahun pertama, bulan-bulan pertama lebih tepatnya euforia jadi anak stan masih krasa, bangga, seneng, rasanya pengen bilang ke semua orang, ni lhoooo lingga sekarang jadi anak staaaaaann. wajar! stan gitu loh.. berapa ribu orang di luar sana yang pengen anaknya masuk stan dan lulus jadi pegawai depkeu dengan gaji berjuta-juta dan wanita-wanita cantik di sekeliling hhahaha bcandaaa.
beranjak dari beberapa bulan pertama (duh lupa ga nimbang berat badan), gw mulai ngrasain jenuh. bukan jenuh karena ego yang berubah tiap saat, bukan. tapi benar-benar jenuh dengan keberadaan gw disini. gw bersyukur dapet temen2 yang gokil, gila, ga penting, mesum, yang seenggaknya it was mungkin menjadi satu-satunya motivasi gw utk hidup. juh. serem. gw ngrasa gw ga bisa produktif disini, bangun, kuliah, pulang, makan, tidur lagi. begitu seterusnya. belajar pun ogah2an, jelas aja, gw bukan tipe orang yang mudah belajar, apalagi, gw tegasin, ini bukan dunia gw. imbasnya, ip jeblok. ah masa bodo.

tahun kedua, berat badan 54kg, sedikit mulai menemukan kehidupan. gw mulai sadar jaman gw di tahun pertama, gw terlalu membuang-buang waktu, dan tidak mau membuka mata dengan keadaan. gw mulai sadar, kampus ini indah cuy, kampus ini dinamis, kampus ini sebenarnya semarak, namun menjadi temaram oleh karena pola mahasiswa yang dari tahun ke tahun virusnya sama, apatis. gw punya komunitas baru sekarang, ngembangin hobi fotografi bareng anak mafos. kalo motivasi tingkat satu gw adalah teman, maka tingkat dua bertambah, ya itu, mafos. rasanya nyamaaaaaan ketika mata berada di belakang viewfinder. flashback lg, kenapa gw ikutan mafos, sedikit banyak, obsesi jurnalis masih ada, kebetulan juga fotografi menjadi bagiannya. eh, kalo begitu, kenapa ga gabung ma media center aja?? g ah, ga minat. so, gw cm berharap, dari mafos ini gw sedikit banyak belajar tentang komunikasi..

tahun ketiga, berat badan 55kg, hahahaaa cepet banget euy dah mo lulus, blum2 dah dapet angket buat pkl, jahhh. tapi sumpah, seneng! knapa? karena bentar lagi gw keluar dari sini hwwhahaha. keluar mulut buaya, masuk mulut harimau maksudnya. yah, orang bilang dunia kerja memang lebih nyeremin dibanding dunia kuliah, udah ga bisa nyantai. (emang hidup bwt bersantai cuy?). tapi setidaknya, gw tidak terikat lagi pada aturan dan kehidupan kampus yang bikin eneg mampus!! pasti senior-senior kalo baca ini, bilang "ah ni anak lu tau dunia kerja ky apa sih..". biarin, memang gw ga tau, yang gw tau gimana gw segera keluar dari kampus ini dengan cara yang benar, right?
di tahun ini, gw suka mata kuliahnya dah ga aneh2, langsung ke apa yang pengen kita pake tar, anak diploma 3 itu kan dibentuk bwt jadi tenaga ahli, beda ma S1, harusnya, kuliahnya juga seputar keahlian, (eh bener g c?? mbuh.)

2 tahun lebih sedikit gw ada disini, jangan sangka gw menikmatinya dengan sukacita, gak!! aneh c, dalam hati, gw yakini bahwa gw harus maju (yap gw udah maju), gw harus mensyukuri (mungkin belum sempurna), n gw harus menikmati keberadaan gw disini (ini yang susah). kalo gw pikir2, selama taun2 yang udah berlalu, banyak sekali perasaan ga nyaman yang melintas..jujur, gw seakan kehilangan sesuatu disini. pola hidup gw kacau balau, ga sehat sama sekali. bodohnya gw aj c mau-maunya ngikut mainstream yang ga bener.. telat sih gw nyadarnya. dan gw sadar gw sering berada dalam tekanan ketika kapanpun, setiap saat, ga tentu, gw berada disini. stress ringan. yang lama-lama pasti bakal jadi stress kronis mungkin. sebanyak apapun gw makan, sebergizi apapun gw makan, sebanyakapapun gw abisin duit buat makan, percuma, ga akan jadi daging kalo pikiran dan hati dalam keadaan yang ga sinkron..
well, ini bukan masalah serius kok, mo stress kek, mo kurus, biarin, masa bodo lah, asalkan gw masih sadar, gw masih bisa bedain mana yang benar dan mana yang salah, dan gw masih punya keberanian...

PS: sebenernya pengen cerita ttg si pacar jg, tp berhubung cerita tentang pacar terlalu banyak dan pasti tiada akhir, jadinya . . . . :)

Tuesday, March 24, 2009

a little tips

dapet dari mata kuliah kspk nih...
lumayan bagus, tp maap sumbernya agak kacau g tau darimana.. (sori)

Here are some tips to help you relax and succeed in life:

1. Take some time for yourself everyday...you deserve it
2. Stretch those tense muscles
3. Read something up lifting every morning
4. Take 20-30 minutes a day to be in silence with nature
5. Remember the glass is always half full
6. Let go of worry and make changes in your life
7. Laugh...it's hard to be stressed when you're laughing
8. Give back to society and it will give back to you
9. Remember life is the journey not the destination
10. Take time to be grateful everyday..

sok atuh diprktekeun.. :))